Sabtu, 10 Juli 2010

Patin Mikir

satnite gue jalan cari maka ma geo (red temen gue), hampir semua makanan dijogja gue udah coba. Dengan muka sombong, angkuh, dan penuh dendam, gue lirik satu persatu tempat makan.
"gimana kalo disini??"geo nanya.
"loh???inikan tempat service electronic" gue coba buat ngeyakinin geo, kalo malem-malem makan kabel sama baut itu nggak enak, bedanya lagi kalo akhir bulan.
"bukan di tempat service, loe liat tuh, dibelakang tempat service ada tempat makan" kata geo.
"ohwwww bener" gue pura-pura ngeliat.
"tapi iya nggak ya???kaya itu salon deh" geo berulah.
hening...

setelah beberasaat kita melanjutkan perjalanan berburu makanan.
akhirnya kita berenti di tempat makan khas Banjar (red-kalimantan selatan).
"gue kangen rumah?jadi gue pesen patin" geo tiba-tiba membuka pembicaraan.
"ohhh, ibu loe suka masakin patin" gue nanya sekenanya.
"nggak" jawab geo
"jadi kenapa loe kangen rumah terus pesen patin???"gue nanya.
"gue pesen patin ya karena mau aja, kalo kangen rumah gue dari kemaren udah kangen" jawab geo.

gue jadi mikir, apa hubungan antara kalimat geo pertama dengan patin ya?apa jangan-jangan geo punya 2 kelamin, jadi nggak nyambung ngomongnya.
apa dia mandi nggak pernah sikat gigi, jadi ketika dia ngomong, dia nggak sadar ngomong apa kena bau mulutnya.
ok buat pendapat gue yang kedua kayanya nggak mungkin, dikontrakan cuma gue yang jarang sikat gigi.

"patin loe di apain zal?" geo nanya
"di goreng aja" jawab gue
"wahhh, udah dibakar" geo memberika jawaban atas pertanyaannya sendiri
"jadi loe ngapain nanya??" gue nanya
"biasa" jawab geo
hening

gue ngerasa kalo ada yang salah, gue yang salah karena sering becanda berlebihan, atau geo yang hari ini bermasalah. gue nyari tau apa yang salah, gue liat sekeliling gue, gue liat banyak orang banjar berbicara bahasa banjar, gue liat ibu jualan yang berkeringat, gue liat celana yang dengan sukses mempeporandakan harga diri gue. gue lupa tarik resleting celana gue.

tapi bukan itu masalah, dan kesalahan yang terjadi, gue coba buat berfikir apa yang sebenarnya terjadi.
sepertinya ini akan menjadi masalah rumit, sama rumitnya ketika seorang profesor mencoba untuk mengganti kebiasaan makan harimau memakan daging, harimau itu dengan sengaja tidak diberi daging, tetapi diberimakan kacang, alhasil profesor itu dimakan harimau.

gue nggak mau kejadian profesor terulang ke gue, gue nggak mau tiba-tiba geo makan gue mentah-mentah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar